Belasan Balita di Bekasi Konsumsi Obat HIV

Belasan Balita di Bekasi Konsumsi Obat HIV  

TEMPO/Aditya Herlambang Putra
TEMPO Interaktif, Bekasi - Sebanyak 14 bayi di bawah lima tahun (balita) di Kota Bekasi, Jawa Barat, mengonsumsi obat anti retro viral (ARV) karena positif HIV. Belasan balita itu tertular orangtuanya yang  penderita HIV/ AIDS. Manajer Kasus Lembaga Swadaya Masyarakat Mitra Sehati Festika Rosani, mengatakan belasan balita itu kini menjalani rawat jalan di sejumlah klinik pengobatan HIV/AIDS. Di antaranya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, klinik Mitra Sehati di Perumahan Margahayu, Puskesmas Pondok Gede, dan Rumah Sakit Ananda.
"Biasanya kasus HIV/AIDS pada bayi tidak tertolong," kata Festika, kepada Tempo saat mensosialisasikan bahaya HIV/ AIDS kepada pengendara di perempatan Jalan Achmad Yani, hari ini.

Mitra Sehati merupakan lembaga yang aktif melakukan pendampingan terhadap orang dengan HIV/ AIDS, dengan tujuan mengurangi risiko penularan lebih luas. Termasuk 14 balita yang telah mengonsumsi ARV itu, dalam pendampingan tim medis Klinik Mitra Sehati. Ada juga balita positif HIV namun belum sampai mengonsumsi obat ARV. Jumlah yang baru ditemukan 5 anak usia sekitar 2-3 tahun.
Kasus terbaru ditemukan November lalu, satu anggota keluarga di Kecamatan Bekasi Barat menderita HIV/AIDS. Penderitanya bocah laki-laki berumur 2 tahun yang tertular ibunya. Ibunya meninggal enam bulan lalu. Bapak balita juga mengalami nasib yang sama, meninggal September lalu.
Klinik Mitra Sehati memastikan balita tertular dari kedua orangtuanya, terutama ibu saat mengandung. Sedangkan orangtuanya tertular dari jarum suntik narkoba yang digunakan bergantian. Ibunya tertular karena bekerja sebagai pekerja seksual atau sering ganti pasangan dalam berhubungan seksual.
Jumlah keseluruhan penderita HIV/ AIDS di Kota Bekasi, masih menempati urutan kedua di Jawa Barat, setelah Kota Bandung. Di Kota Bekasi, hingga Agustus 2010 tercatat 1.199 kasus, terdiri dari 531 HIV, dan 668 positif AIDS. Adapun di Kabupaten Bekasi, sampai dengan Oktober ada 457 kasus, terdiri dari 396 kasus HIV dan 61 AIDS.
Hari ini, tiga lembaga pemerhati HIV/AIDS turun ke jalan memperingati hari AIDS sedunia. Selain Mitra Sehati, LSM Grapiks, dan Lembaga Kasih Indonesia (LKI). Sekitar 100 petugas dari ketiga lembaga itu membagikan buku saku berisi kiat mencegah penularan HIV/ AIDS, di perempatan Jalan Achmad Yani, depan Mega Hypermall Bekasi, Jalan Kali Malang, dan pertigaan Pekayon.
Pagi tadi, Pemerintah Kota Bekasi melaksanakan upacara peringatan hari AIDS sedunia yang dipimpin Wakil Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Rahmat, menyamatkan pita merah di dada beberapa aktifis dan pemerhati HIV/AIDS.
HAMLUDDIN

Posting Komentar